Ticker

6/recent/ticker-posts

Modernisasi Strategi Pembelajaran Di Era Pandemi

PANDEMI yang tidak kunjung usai ini berawal dari virus covid-19 di Wuhan China hingga menyebar ke seluruh dunia. Dampak dari pandemi covid-19 ini sangat berpengaruh pada beberapa bidang, terutama pada pendidikan di Indonesia. Pengaruh covid 19 pada sektor pendidikan yakni tidak adanya pembelajaran tatap muka sehingga pembelajaran dilakukan secara daring. Pembelajaran daring dengan sistem online yang dilaksanakan oleh semua instansi dari mulai TK, SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. 

Sistem pembelajaran yang dilakukan secara daring menimbulkan banyak presepsi positif dan negatif atau pro dan kontra antar beberapa pihak. Dalam mengatasi masalah tersebut maka diperlukan strategi khusus yang dapat disusun dengan baik agar menimbulkan pendidikan yang maju dan berkarakter. Pembelajaran daring yang membosankan menjadi luar biasa dengan strategi yang menggunakan personalized method yakni metode interaksi langsung yang dilakukan oleh guru terhadap siswa secara langsung dengan diskusi atau timbal balik maka pembelajaran akan lebih berwarna. 

Lauched product juga bisa dijadikan sebagai strategi pembelajaran pada era saat ini. Pembelajaran yang dimulai dari hal yang sangat kecil dan menjadi sesuatu produk yang baik dan bermanfaat. Pemunculan produk baru dapat dimulai dengan produk sederhana dengan karya langsung yang muncul dari ide-ide kreatif dari peserta didik dengan bantuan seorang guru. Seperti karya-karya yang bisa dinikmati oleh khalayak masyarakat. 

Maka dari itu pembelajaran merupakan salah satu tugas mulia seorang guru yang memudahkan proses belajar mengajar bagi peserta didik. Oleh sebab itu, guru tidak hanya dituntut sebagai pendidik melainkan membuat peserta didik berpikir inovatif dan kreatif dengan susasana menjadi bahagia dan menarik. Guru juga harus memberikan pemahaman dalam menguasai ilmu manajemen pembelajaran dengan baik dan terstruktur baik di dalam kelas maupun di luar kelas. 

Ditinjau dari segi kekurangan dari metode yang sudah diterapkan sekarang pada masalah pembelajaran daring yang sulit untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik, maka cara yang kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan jam tambahan khusus untuk peserta didik yang masih belum paham dengan catatan pembelajaran tersebut diberikan dengan enjoy dan nyaman agar peserta didik lebih paham dengan apa yang disampaikan oleh guru. Meski jam tambahan tersebut tidak bisa dengan durasi yang panjang setidaknya peserta didik mampu memahami materi tersebut sedikit demi sedikit. Penguasaan materi oleh guru lebih ditekankan sehingga peserta didik tidak bosan meskipun dengan metode daring. Adanya ide-ide kreatif dapat menambah wawasan yang lebih luas serta minat belajar yang semakin meningkat. 

Sesuai dengan manajemen pendidikan dengan menerapkan sistem POAC yakni dengan planning yang terencana dan terstruktur sesuai dengan prosedur, organizing yakni mengelola secara baik dan benar, actuating yakni melakukan aksi yang sesuai dengan prosedur yang telah direncakan, dan controlling yakni mengontrol seluruh kegiatan jika ada yang kurang diperbaiki dan yang baik dipertahankan. Setiap manajemen pembelajaran memiliki tujuan yang ingin dicapai. Salah satu tujuan dari manajemen pembelajaran  terdapat pada UU No. 20 tahun 2001 pada pasal 3 yang berbunyi, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Pembelajaran pada masa pandemi ini dilakukan dengan daring yakni dalam jaringan menggunakan via sinkronus dan asinkronus dengan memanfaatkan platform pembelajaran yang tersedia. Seperti via Google Meet, WhatsApp, Zoom, serta video edukatif melalui YouTube. Maka harus dipertimbangkan kembali kondisi, kendala yang ada termasuk infrastruktur, kondisi SDM dan kondisi perserta didik. Platform tersebut harus digunakan secara maksimal agar hasil yang diperoleh juga maksimal, ketika masiha ada yang belum paham dengan platform pembelajaran maka harus ada penyuluhan terkait bagaimana penggunaannya. Jadi, dengan Strategi tersebut pembelajaran daring akan menjadi lebih maju dan berkembang. Pendidikan di Indonesia menjadi lebih berprestasi. Semoga pandemi segera beralalu, jaya negaraku jaya pendidikanku. 

Penulis: Afina Fidaroin Naja, Mahasiswi Jurusan Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 


Reactions

Post a Comment

0 Comments